Polsek Amuntai Utara Lakukan Monitoring Debit Air, Pastikan Situasi Aman dan Terkendali di Wilayah Rawan Genangan

Dalam rangka mengantisipasi potensi banjir dan memastikan keselamatan masyarakat di wilayah hukum Polsek Amuntai Utara, jajaran Polsek Amuntai Utara melaksanakan kegiatan Monitoring Debit Air pada Sabtu (10/1/2026) sekira pukul 09.00 WITA. Kegiatan ini dilaksanakan oleh personel gabungan yang terdiri dari Aiptu KhairilAipda Hendra, dan Bripka Eko, dengan sasaran utama sejumlah titik rawan genangan air di wilayah Kecamatan Amuntai Utara dan Haur Gading.

Berdasarkan hasil monitoring lapangan, kondisi debit air di beberapa fasilitas umum dan pemukiman warga masih dalam batas aman meskipun terdapat genangan ringan di beberapa ruas jalan. Adapun hasil pantauan menunjukkan bahwa di Jalan Rakha Desa Pamintangan terdapat genangan air sepanjang 50 meter dengan kedalaman 0–5 cm, sementara di Jalan Rakha Desa Pakapuran sepanjang 200 meter dengan kedalaman 0–13 cm. Genangan juga ditemukan di Jalan Amuntai–Tanjung Desa Panangkalaan sepanjang 100 meter (kedalaman 0–5 cm) dan Desa Panangkalaan Hulu sepanjang 50 meter (kedalaman 0–3 cm).
Sementara itu, fasilitas umum lainnya seperti lapangan, taman, tempat ibadah, sekolah, sarana kesehatan, serta perkantoran milik pemerintah dan rumah dinas dilaporkan nihil atau bebas dari genangan.

Untuk kawasan pemukiman, tercatat sejumlah rumah warga yang terdampak ringan akibat luapan air. Di wilayah Kecamatan Amuntai Utara, terdapat total 22 rumah dengan sebaran di Desa Pamintangan (2 rumah), Desa Pakapuran (5 rumah), Desa Panangkalaan (3 rumah), Desa Panangkalaan Hulu (5 rumah), Desa Sungai Turak (3 rumah), serta Desa Sungai Turak Dalam (4 rumah). Adapun di wilayah Kecamatan Haur Gading, terdapat 17 rumah yang mengalami dampak serupa, meliputi Desa Waringin (3 rumah), Desa Keramat (4 rumah), Desa Pulantani (4 rumah), Desa Jingan Bujur (2 rumah), Desa Bayur (2 rumah), dan Desa Palimbangan (2 rumah).

Berdasarkan hasil pengukuran terkini di Pintu Air Desa Muara Baruh, debit air tercatat mencapai 200 cm, yang masih sama seperti hari sebelumnya. Petugas memastikan kondisi tersebut masih terpantau stabil, tanpa indikasi peningkatan debit yang signifikan. Meski demikian, pihak kepolisian akan terus melakukan pemantauan rutin setiap hari sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi perubahan cuaca ekstrem yang dapat memicu kenaikan permukaan air.

Kapolres Hulu Sungai Utara AKBP Agus Nuryanto, S.I.K., M.Si, melalui PS. Kasi Humas IPTU Asep Hudzainur, menyampaikan bahwa kegiatan monitoring debit air ini merupakan bagian dari bentuk tanggung jawab Polri dalam menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat, khususnya di musim hujan. “Pemantauan debit air dilakukan untuk mendeteksi sedini mungkin adanya kenaikan permukaan air yang berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat. Dengan langkah proaktif seperti ini, kita bisa melakukan koordinasi cepat bersama pemerintah daerah dan instansi terkait,” ujar IPTU Asep mewakili Kapolres.

Ia menambahkan, jajaran Polsek Amuntai Utara telah diarahkan untuk berkoordinasi dengan pemerintah desa serta relawan kebencanaan agar selalu memperbarui data kondisi lapangan setiap hari. “Tujuan kami bukan hanya memastikan situasi tetap aman, tetapi juga menjaga kepercayaan masyarakat bahwa Polri selalu hadir untuk memberikan perlindungan saat kondisi cuaca tidak menentu,” tambahnya.

Kegiatan monitoring ini berlangsung dengan baik dan kondusif tanpa hambatan di lapangan. Polres Hulu Sungai Utara menegaskan akan terus melakukan pemantauan dan memberikan informasi terbaru kepada masyarakat terkait perkembangan debit air di wilayah hukum Polsek Amuntai Utara maupun kecamatan sekitarnya, guna memastikan situasi tetap terkendali dan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman.